Dinas Pemuda dan Olahraga

15 November 2020   15 kali  
FANANI MASIH TAK TERGOYAHKAN DI GRAND FONDO INTERNASIONAL.
FANANI MASIH TAK TERGOYAHKAN DI GRAND FONDO INTERNASIONAL.

Tak semudah membalikkan telapak tangan. Kesuksesan yang diraih para jawara balap sepeda kabupaten Lumajang di setiap even baik lokal regional maupun internasional. Seakan juara untuk kelas MTB  Zaenal Fanani masih kokoh dan sulit dikejar prestasinya oleh lawan. Hal ini berkat kegigihan dan semangat yang keras, disiplin waktu untuk berlatih dan berlatih setiap hari untuk mewujudkan mimpi menjadi kenyataan, kebiasaan ini sudah melekat kuat pada diri Fanani dan para atlet yunior  dibawah asuhannya senantiasa membiasakan diri disiplin.  Meskipun hampir diseluruh negeri semua orang waspada dengan adanya pandemi covid-19 yang masih berlangsung entah sampai kapan berakhir. Hal ini tidak berlaku bagi atlet balap sepeda justru dengan olahraga ketahanan tubuh menjadi kuat dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Sabtu, 14/11/'20 tiga atlet balap sepeda Kabupaten Lumajang mengikuti " Grand Fondo Internasional 50 km Cycling Challenge di  Provinsi Bandar Lampung.  Zaenal Fanani, Fery Yudhoyono dan Ihza Muhammad, alhasil Zaenal Fanani membuktikan diri sebagai pembalap terbaik di tanah air untuk nomor spesialis MTB 50 km  Up Hill Lampung dengan prestasi 1 jam 23 menit, diperingkat kedua Danil dari Lubuk Linggau dengan menempuh  waktu 1 jam 26 menit dan urutan ketiga ditempati pembalap Agung dari Lahat Sumatra Selatan dengan catatan waktu 1 jam 26 menit hanya perbedaan second tipis dari juara kedua. Menurut Fanani bahwa route dari start dan finish menempuh jalur tanjakan ( up hill) sungguh berat, tetapi karena sudah terbiasa dengan medan latihan tiap hari di Lumajang dia lakukan bersama rekan- rekanya sehingga pada Grand Fondo Cycling Challenge di Lampung ini mampu dia selesaikan dengan memuaskan dan berhasil menyumbangkan medali emas untuk Kabupaten Lumajang. Peserta pada Grand Fondo Lampung diikuti beberapa daerah sumatra dan sekitarnya juga ada pembalap dari Belanda yang turut serta kegiatan tersebut. Disamping mendapat uang pembinaan serta bonus hadiah Sepeda motor untuk  juara utama pada masing - masing kelas nomor lomba pemberian dari bapak Gubernur Lampung. Pembalap sepeda lainnya dari Lumajang Ihza Muhammad yang turun pada nomor ini tidak bisa melanjutkan sampai finish karena rantai sepeda yang putus di km 30.

Keberhasilan sang kakak diikuti kemenangan jejak sang adik Fery Yudhoyono yang turun pada nomor minivelo 50 km dan berhasil meraih medali emas dengan torehan waktu 1 jam 33 menit disusul posisi dua oleh atlet balap sepeda dari Muara Enim atas nama Handoyo dan juara ketiga diraih oleh atlet balap sepeda Palembang. Keberhasilan para  atlet balap sepeda kabupaten Lumajang menunjukkan keseriusan dan kerja sama yang baik insan olahraga di kabupaten Lumajang baik pemerintah daerah, Koni, Dispora dan para pelaku olahraga baik atlet pelatih dan segenap penggurus ISSI Lumajang. (dispora-lmj/ns).   

Banyak Dibaca


RAKOR PERSIAPAN POPKAB
29 Januari 2020 318 kali Baca...


CANDIL IX PENUTUP HARJALU 764.
30 Desember 2019 214 kali Baca...

MESKI PANDEMI TETAP BERAKSI
12 Agustus 2020 40 kali Baca...
MELAYANG DARI GUNUNG WAYANG
21 September 2020 35 kali Baca...
SAYURKU HIJAU, KANTORKU SEGAR.
11 September 2020 33 kali Baca...
LOMBA AGUSTUSAN ANTAR ASN
28 Agustus 2020 32 kali Baca...
LUMAJANG RAIH PRESTASI GEMILANG
03 November 2020 11 kali Baca...